
Sijunjung — Tim pengabdian kepada masyarakat dari STIKes Ranah Minang menggelar program edukasi kesehatan tentang deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks bagi Bundo Kanduang di Nagari Tanjung Bonai Aur, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Kegiatan ini digagas untuk menjawab persoalan rendahnya literasi kesehatan perempuan di tengah kuatnya peran sosial budaya Bundo Kanduang di nagari tersebut.
Bundo Kanduang selama ini dikenal memiliki peran sosial budaya yang kuat di tengah masyarakat Nagari Tanjung Bonai Aur. Namun, peran tersebut belum diimbangi dengan literasi kesehatan yang memadai, khususnya terkait pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan inspeksi visual asam asetat (IVA). Rendahnya pemahaman ini, ditambah masih adanya stigma di masyarakat, menjadi tantangan dalam upaya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks di wilayah tersebut.
Sebagai langkah awal, tim pelaksana melakukan koordinasi dan sosialisasi program bersama mitra Bundo Kanduang dan Kepala Puskesmas setempat. Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memaparkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan bersama.
Kegiatan pelatihan kemudian resmi dibuka dengan sambutan dari ketua pelaksana, perwakilan wali nagari, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung. Kehadiran unsur pemerintahan dan kesehatan ini menjadi bentuk dukungan bersama dalam meningkatkan literasi dan kesadaran perempuan tentang pentingnya deteksi dini kanker.
Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan penyerahan media edukasi kepada mitra, berupa modul, booklet, video animasi, serta phantom peraga payudara dan organ reproduksi wanita sebagai alat bantu edukasi.
Pelatihan disampaikan dalam dua sesi utama. Sesi pertama membahas deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan IVA, yaitu metode sederhana untuk mendeteksi secara dini adanya perubahan atau kelainan pada leher rahim. Sesi kedua berfokus pada deteksi dini kanker payudara melalui metode SADARI yang dapat dilakukan secara rutin di rumah untuk mengenali perubahan atau benjolan pada payudara.
Para peserta, yang merupakan anggota Bundo Kanduang, terpantau antusias mengikuti seluruh rangkaian materi. Sebagai bagian dari evaluasi, peserta juga mengisi kuesioner post-test untuk menilai pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga melakukan pendampingan dengan menyampaikan informasi kesehatan pada kegiatan senam nagari, yang disambut baik oleh masyarakat setempat.
Salah satu pengurus Bundo Kanduang Kenagarian Tanjung Bonai Aur, Sutri Nengsi, menyampaikan apresiasinya atas program ini. "Saya sangat senang sekali dapat mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh STIKes Ranah Minang. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru kepada kami tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks," ujarnya, didampingi Ibu Jwi Tasni yang juga merupakan pengurus Bundo Kanduang setempat.
Melalui program ini, tim pelaksana berharap literasi dan kesadaran perempuan di Nagari Tanjung Bonai Aur terhadap deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks dapat terus meningkat, sekaligus mengikis stigma yang selama ini menghambat masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin.



